BISNIS OBAT HERBAL SEMAKIN MENCORONG

Sedang mencari info tentang BISNIS OBAT HERBAL SEMAKIN MENCORONG ? Jika itu yang Anda cari maka sekarang Anda sedang berada dihalaman yang tepat karena kami INFO UKM INDONESIA terpercaya yang siap mengirimkan pesanan ke Seluruh Wilayan indonesia. Untuk Informasi lebih Lanjut, Anda bisa langsung hubungi kami di Call, SMS, Whatsapp : 0877-8711-7681
BISNIS OBAT HERBAL SEMAKIN MENCORONG. Konsep back to nature turut membawa angin segar bagi pertumbuhan bisnis obat herbal di Indonesia, apalagi semakin mahalnya biaya pengobatan medis membuat masyarakat saat ini lebih memilih obat herbal. Berdasarkan data hasil susenas, penggunaan oabt herbal dari tahun ke tahun meningkat.

Obat herbal saat ini juga sudah dimanfaatkan oleh kalangan medis yang melakukan uji klinis sehingga obat herbal memiliki standar sebagai obat fifofarmaka. Pada dasarnya obat herbal dibagi menjadi tiga yaitu yang disebut jamu, herbal berstandar, dan fifofarmaka. Herbal fifofarmaka adalah obat-obatan herbal yang sudah melalui uji klinis dan sudah dikemas sedemikian rupa oleh pabrik farmasi dalam bentuk sirup, tablet atau kapsul. Namun jumlah obat fifofarmaka saat ini masih hanya sekitar lima produk yang beredar yaitu Nodiar sebagai anti diare, Rheumaneer sebagai anti rematik, Stimuno sebagai peningkat daya tahan tubuh, Tensigard Agromed sebagai obat anti hipertensi serta X-Gra untuk mempertahankan stamina laki-laki.

Sementara yang dimaksud herbal terstandar adalah obat herbal yang baru melalui uji praklinis yang banyak dijumpai dipasaran. Sedangkan obat herbal berupa jamu telah berkembang dalam masyarakat secara tradisi diturunkan dari satu generasi ke lain generasi dan biasanya ditemui di toko-toko jamu. Masih sedikitnya obat herbal yang tergolong fifofarmaka yang sudah melalui uji klinis dikarenakan waktu uji yang sangat lama karena harus melalui riset, lab, uji pada hewan dan manusia. Selain itu dikarenakan proses pengurusannya memerlukan biaya besar bisa mencapai miliaran rupiah.

Meski saat ini perkembangan obat herbal masih banyak dijumpai pada jenis obat herbal berstandar, namun masyarakat sudah banyak merasakan khasiatnya, bahkan memiliki keunggulan dibandingkan obat kimiawi. Menurut dr. Setiawan Dalimartha, bahwa obat medis untuk penghilang rasa sakit hanya bisa menghilangkan gejala rasa sakit yang ditimbulkan dari suatu penyakit tetapi tidak mampu menyembuhkan penyakit tersebut. Sedangkan pada obat herbal seperti mengkudu, selain berfungsi sebagai penghilang rasa sakit juga merupakan obat anti kanker, darah tinggi dan kolesterol tinggi.

Bahkan obat herbal tak hanya bisa menyembuhkan penyakit saja tetapi juga bermanfaat bagi kecantikan seperti minyak zaitun jika diminum berkhasiat menurunkan total kadar kolesterol, mencegah timbulnya berbagai macam kanker, mengurangi terjadinya penyumbatan dan penebalan pembuluh darah, meredakan demam dan sebagai antioksidan yang mengurangi efek buruk sinar uv. Jika dipakai sebagai obat luar juga bisa mencegah kerontokan rambut dan melembabkan kulit. Selain itu hampir tidak ada efek samping dibandingkan obat kimiawi. Agar lebih berkhasiat konsumsi obat herbal sebaiknya diiringi dengan pengobatan alternatif seperti bekam, akupresur, refleksi dan lain-lain.

Modal awal pun tak harus besar bahkan cukup dengan modal Rp. 1 juta anda sudah bisa membuat obat herbal.

Pilihan Usaha.  Sebagai pemula usaha obat herbal dituntut untuk mengetahui seluk beluk mengenai obat herbal dan saat ini sudah banyak pelatihan yang diadakan termasuk menjadi anggota Asosiasi Pengobat Tradisional Ramuan Indonesia. Modal awalpun tak harus besar bahkan cukup dengan modal Rp. 1 juta anda sudah bisa membuat obat herbal. Yang perlu diperhatikan adalah membuat supaya obat herbal bisa awet. Ini bisa dilakukan dengan cara sederhana selain menggunakan bantuan penyinaran sinar gama yang dilakukan di Badan Tenaga Nuklir Nasional di Jakarta Selatan. Selain itu penyimpanan stok produk yang sudah dikemas di botol tidak boleh di tempat lembab dan tidak terkena sinar matahari langsung. Namun bila anda tak mau repot mengurus proses produksi maupun perijinan produk, tak perlu pesimis karena anda bisa memanfaatkan jasa maklon/ proses produksi dikerjakan pihak lain.

Jenis produk dan pemasaran. Untuk membuat produk obat herbal, kecenderungan saat ini masyarakat lebih banyak berminat pada jenis obat herbal untuk menyembuhkan penyakit yang umum dijumpai. Untuk usaha skala kecil diawal usaha, produk bisa dipasarkan ke lingkungan rumah dan klinik pengobatan herbal tanpa perlu lebih dulu mengurus izin edar BPOM. Bila berkembangnya bagus maka izin edar produk bisa diurus ke BPOM sehingga produk bisa dijual bebas ke pasaran. Untuk memperluas pasar sebaiknya pelaku usaha juga membuka sistem keagenan dengan tawaran diskon menarik, membuka toko online, untuk mempromosikan produk, serta menyediakan fasilitas pengobatan alternatif karena klinik ini akan mendukung penggunaan obat herbal sehingga khasiatnya akan lebih terasa bagi pasien yang datang ke klinik. Bisnis obat herbal juga mampu meraup keuntungan besar hingga 60 %.    

0 comments:

Post a Comment